Pengalaman Menjadi Panitia Pekan Olahraga Nusantara (PON) IKPMD Indonesia Yogyakarta

Standar

Tepat hari ini, minggu 22 juni 2014 sudah selama 20 hari saya selalu disibukkan dengan kegiatan pekan olahraga nusantara (PON) yang diselenggarakan oleh IKPMDI Yogyakarta. saya bertindak sebagai salah satu panitia dicabang olahraga sepak bola, namun keterlibatan saya dievent ini tidak hanya sebatas itu saja. saya selalu diminta untuk membantu dicabang-cabang olahraga yang lain. komitmen saya yang kuat terhadap event ini membuat saya dengan senantiasa membantu panitia cabang-cabang olahraga lain walaupun itu bukan menjadi tanggung jawab saya. banyak hal yang saya dapatkan dari event ini. pengalaman, teman baru, dan kemampuan saya dalam memanajemen waktu serta memanajemen tim sangat diuji, namun saya bukanlah seorang aktivis yang hanya bermodal bicara saja. saya mampu membuktikan semua komitmen serta kemampuan saya dalam hal-hal tersebut. banyak pujian terlontar dari teman-teman sesama panitia maupun oleh ketua IKPMDI Yogyakarta atas kinerja saya. hal tersebut tidak membuat saya jumawah, namun hal tersebut justru memacu saya untuk bekerja lebih baik lagi untuk membuktikan kemampuan serta komitmen saya ini. penghargaan yang tinggi diberikan oleh ketua IKPMDI Yogyakarta, bahkan beliau memberikan saya kesempatan untuk ikut serta dalam audiensi dengan walikota yogyakarta mengenai konflik mahasiswa dengan warga yang dalam bulan-bulan ini sering terjadi. ini adalah suatu kesempatan besar bagi saya bertemu dengan walikota yogyakarta untuk menyampaikan konsep-konsep ataupun ide-ide dan solusi untuk mengatasi hal ini.
terima kasih teman-teman IKPMDI Yogyakarta atas kesempatan yang telah diberikan.

Iklan

apakah Indonesia sudah merdeka?

Standar

Apakah indonesia sudah merdeka?

Setelah perbincangan hangat dengan seorang teman malam ini, muncul pertanyaan yang cukup menekan dalam benak ini. Pertanyaan itu tak lain adalah “apakah indonesia sudah merdeka?”, begitu banyak pertanyaan didalam pikiran “benarkah hal itu?”. Setelah sedikit merenung apa yang telah terjadi di negara ini, saya bisa sedikit menyimpulkan kalau indonesia belum merdeka. Banyak hal yang menjadi indikasi saya menyimpulkan hal tersebut. Memang secara sistem dan secara kedaulatan indonesia telah diakui sebagai negara yang merdeka oleh dunia. Namun banyak hal yang belum merdeka di indonesia ini, terutama masalah kesejahteraan masyarakat dan kebebasan hidup sekaligus masalah sistem pemerintahan yang masih dikuasai sebagian kelompok yang kuat. Ketidakmerdekaan indonesia juga terletak pada masalah hukum yang masih sangat mudah untuk diperjual-belikan, terutama bagi mereka yang mempunyai kuasa dan uang. Sebentar lagi indonesia akan memperingati hari kemerdekaan indonesia yang ke 69 tahunnya, namun masalah – masalah tersebut belum juga menemui titik terangnya. Tidak ada tanda – tanda indonesia akan merdeka dari hal – hal tersebut. Membingungkan, negara yang besar yang memiliki begitu banyak keragaman ini bisa seperti ini. Pada akhirnya bisa disimpulkan bahwa sebenarnya hal tersebut bermuara pada pola pikir masyarakat indonesia yang masih terkungkung dengan pemikiran masa lalu yang kolot, yang mendorong orang – perorang, kelompok – perkelompok untuk bisa berkuasa dan menjajah di indonesia ini. Tidak ada kata satu darah bagi mereka, siapa yang menang dia yang berkuasa. Tanpa disadari di usia yang tidak muda ini indonesia dijajah oleh nafsu masyarakatnya sendiri yang ingin berkuasa.

yayasan Rumah Seni INDONESIA

Standar

rumah seni indonesia
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar didunia. Memiliki ribuan pulau baik yang berpenghuni maupun yang tidak. Dengan wilayah yang begitu luas Indonesia memiliki berbagai macam suku dengan budaya yang berbeda. Selain itu indonesia juga kaya dengan kesenian lokalnya yang masing-masing suku memiliki ciri khasnya masing-masing. Meninjau dari hal tersebut perlu adanya suatu wadah untuk mengembangkan dan melestarikan kebudayaan dan kesenian lokal tersebut. Tentunya kita tidak ingin ada lagi pengakuan atas kesenian kita oleh negara lain.
Remaja dan anak-anak Indonesia sekarang lebih cenderung untuk mempelajari budaya asing dibanding dengan mempelajari budaya sendiri. Tentumya hal ini sangat memperhatikan karena remaja dan anak-anak adalah harapan bangsa, merekalah yang nantinya akan melanjutkan kehidupan bangsa ini. Sehingga perlu adanya suatu wadah yang mengajarkan mereka tentang kebudayaan dan kesenian lokal Indonesia. Dengan rasa peduli inilah muncul ide dari kami tentang rumah seni Indonesia ini.

1.2 PERUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana cara untuk tetap mempertahankan kebudayaan dan kesenian lokal Indonesia?
2. Kelompok masyarakat seperti apakah yang harus menjadi tulang punggung dalam penyelamatan aset seni dan budaya lokal Indonesia?
3. Seperti apakah gerakan untuk penyelamatan aset seni dan budaya lokal Indonesia?

1.3 TUJUAN KEGIATAN
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk penyelamatan aset seni dan budaya lokal dengan cara memberikan wadah dan sarana untuk para remaja dan anak-anak untuk mendapatkan pendidikan dan pelatihan tentang kebudayaan dan kesenian lokal Indonesia. Selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan kesempatan untuk para remaja dan anak-anak untuk mengembangkan potensi diri yang ada pada diri mereka.

1.4 GAMBARAN MASYARAKAT ATAU KOMUNITAS SASARAN
Kelompok yang menjadi sasaran dalam kegiatan ini adalah remaja dan anak-anak. Pada usia remaja dan anak-anak merupakan waktu yang tepat untuk menanamkan rasa kepedulian akan kesenian dan kebudayaan lokal Indonesia. Sehingga mereka mampu menjadi tulang punggung bangsa ini untuk tetap mempertahankan eksistensi seni dan budaya lokal Indonesia ditengah gempuran seni dan budaya asing.
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar didunia. Memiliki ribuan pulau baik yang berpenghuni maupun yang tidak. Dengan wilayah yang begitu luas Indonesia memiliki berbagai macam suku dengan budaya yang berbeda. Selain itu indonesia juga kaya dengan kesenian lokalnya yang masing-masing suku memiliki ciri khasnya masing-masing. Meninjau dari hal tersebut perlu adanya suatu wadah untuk mengembangkan dan melestarikan kebudayaan dan kesenian lokal tersebut. Tentunya kita tidak ingin ada lagi pengakuan atas kesenian kita oleh negara lain.
Remaja dan anak-anak Indonesia sekarang lebih cenderung untuk mempelajari budaya asing dibanding dengan mempelajari budaya sendiri. Tentumya hal ini sangat memperhatikan karena remaja dan anak-anak adalah harapan bangsa, merekalah yang nantinya akan melanjutkan kehidupan bangsa ini. Sehingga perlu adanya suatu wadah yang mengajarkan mereka tentang kebudayaan dan kesenian lokal Indonesia. Dengan rasa peduli inilah muncul ide dari kami tentang rumah seni Indonesia ini.

1.2 PERUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana cara untuk tetap mempertahankan kebudayaan dan kesenian lokal Indonesia?
2. Kelompok masyarakat seperti apakah yang harus menjadi tulang punggung dalam penyelamatan aset seni dan budaya lokal Indonesia?
3. Seperti apakah gerakan untuk penyelamatan aset seni dan budaya lokal Indonesia?

1.3 TUJUAN KEGIATAN
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk penyelamatan aset seni dan budaya lokal dengan cara memberikan wadah dan sarana untuk para remaja dan anak-anak untuk mendapatkan pendidikan dan pelatihan tentang kebudayaan dan kesenian lokal Indonesia. Selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan kesempatan untuk para remaja dan anak-anak untuk mengembangkan potensi diri yang ada pada diri mereka.

1.4 GAMBARAN MASYARAKAT ATAU KOMUNITAS SASARAN
Kelompok yang menjadi sasaran dalam kegiatan ini adalah remaja dan anak-anak. Pada usia remaja dan anak-anak merupakan waktu yang tepat untuk menanamkan rasa kepedulian akan kesenian dan kebudayaan lokal Indonesia. Sehingga mereka mampu menjadi tulang punggung bangsa ini untuk tetap mempertahankan eksistensi seni dan budaya lokal Indonesia ditengah gempuran seni dan budaya asing.
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar didunia. Memiliki ribuan pulau baik yang berpenghuni maupun yang tidak. Dengan wilayah yang begitu luas Indonesia memiliki berbagai macam suku dengan budaya yang berbeda. Selain itu indonesia juga kaya dengan kesenian lokalnya yang masing-masing suku memiliki ciri khasnya masing-masing. Meninjau dari hal tersebut perlu adanya suatu wadah untuk mengembangkan dan melestarikan kebudayaan dan kesenian lokal tersebut. Tentunya kita tidak ingin ada lagi pengakuan atas kesenian kita oleh negara lain.
Remaja dan anak-anak Indonesia sekarang lebih cenderung untuk mempelajari budaya asing dibanding dengan mempelajari budaya sendiri. Tentumya hal ini sangat memperhatikan karena remaja dan anak-anak adalah harapan bangsa, merekalah yang nantinya akan melanjutkan kehidupan bangsa ini. Sehingga perlu adanya suatu wadah yang mengajarkan mereka tentang kebudayaan dan kesenian lokal Indonesia. Dengan rasa peduli inilah muncul ide dari kami tentang rumah seni Indonesia ini.

1.2 PERUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana cara untuk tetap mempertahankan kebudayaan dan kesenian lokal Indonesia?
2. Kelompok masyarakat seperti apakah yang harus menjadi tulang punggung dalam penyelamatan aset seni dan budaya lokal Indonesia?
3. Seperti apakah gerakan untuk penyelamatan aset seni dan budaya lokal Indonesia?

1.3 TUJUAN KEGIATAN
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk penyelamatan aset seni dan budaya lokal dengan cara memberikan wadah dan sarana untuk para remaja dan anak-anak untuk mendapatkan pendidikan dan pelatihan tentang kebudayaan dan kesenian lokal Indonesia. Selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan kesempatan untuk para remaja dan anak-anak untuk mengembangkan potensi diri yang ada pada diri mereka.

1.4 GAMBARAN MASYARAKAT ATAU KOMUNITAS SASARAN
Kelompok yang menjadi sasaran dalam kegiatan ini adalah remaja dan anak-anak. Pada usia remaja dan anak-anak merupakan waktu yang tepat untuk menanamkan rasa kepedulian akan kesenian dan kebudayaan lokal Indonesia. Sehingga mereka mampu menjadi tulang punggung bangsa ini untuk tetap mempertahankan eksistensi seni dan budaya lokal Indonesia ditengah gempuran seni dan budaya asing.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 RENCANA AKSI
Rumah seni Indonesia merupakan suatu wadah yang bertujuan untuk memberikan pendidikan dan pelatihan kepada remaja dan anak-anak tentang seni dan budaya lokal Indonesia. Didalam rumah seni Indonesia sendiri nantinya para remaja dan anak-anak mendapatkan pendidikan budaya serta pelatihan kesenian lokal Indonesia. Hal ini dilakukan sebagai bentuk dari gerakan untuk menyelamatkan aset seni dan budaya lokal Indonesia. Di rumah seni sendiri nantinya para remaja dan anak-anak akan dibagi dalam tiga jenis konsentrasi seni :
1. Seni Rupa
Pada konsentrasi seni ini para remaja dan anak-anak akan mendapatkan pendidikan dasar tentang kebudayaan lokal Indonesia. Selain itu mereka juga akan mendapatkan pelatihan seni rupa seperti membatik, membuat wayang kulit, membuat topeng, membuat alat musik, serta membuat patung yang khas budaya Indonesia.
2. Seni Musik
Pada konsentrasi ini para remaja dan anak-anak akan diperkenalkan dengan berbagai jenis alat musik asli Indonesia. Serta mereka akan mendapatkan pelatihan untuk memainkannya. Selain itu mereka juga akan mendapatkan pendidikan dasar tentang asal-usul seni musik tersebut. Dengan harapan mereka nantinya mampu untuk memperkenalkan musik-musik asli Indonesia keluar negeri sebagai langkah untuk menyelamatkan serta menjaga aset seni dan budaya Indonesia.
3. Seni Tari dan Seni Pertunjukkan
Pada konsentrasi seni ini para remaja dan anak-anak akan mendapatkan pelatihan seni tari seperti tari-tarian dari seluruh Indonesia dan seni pementasan seperti wayangan, ketoprak, dul mulok dan sebagainya.
Melalui tiga jenis konsentrasi seni inilah nantinya para remaja dan anak-anak akan mendapatkan pelatihan seni dan budaya dari seluruh Indonesia. Hal ini sebagai langkah untuk menyelamatkan dan mempertahankan eksistensi seni dan budaya Indonesia serta tentunya untuk menghindarkan dari pengakuan negara lain terhadap seni dan budaya lokal Indonesia.

2.2 STRATEGI KERJASAMA
Dalam hal ini kami mengharapkan bisa bekerjasama dengan pihak-pihak yang konsen dengan masalah seni dan budaya baik yang dimiliki negara maupun pihak swasta. Hal ini kami lakukan agar semua pihak mau terlibat dalam masalah penyelamatan aset seni dan budaya lokal Indonesia. Adapun beberapa pihak yang kami harapkan bisa menjadi partner kami dalam kegiatan penyelamatan aset seni dan budaya lokal Indonesia, antara lain:
1. Kementrian pendidikan dan budaya nasional.
2. Kementrian pariwisata.
3. Djarum foundation.
4. Yayasan rumah kita.
5. Jurang doank.
6. Dan pihak-pihak lain yang mau bekerjasama.
Kami sangat mengharapkan pihak-pihak tersebut mau bekerjasama membangun dan mengembangkan rumah seni Indonesia ini sebagai langkah untuk penyelamatan aset seni dan budaya lokal Indonesia. Dari pihak-pihak tersebut kami mengharapkan bantuan dana dan fasilitas untuk mendukung keberlangsungan rumah seni Indonesia ini. Selain itu kami juga mengharapkan bantuan tenaga ahli seperti pelatih tari, pelatih musik, guru seni, dan pelatih drama. Dengan bantuan para ahli inilah nantinya kami akan memberikan pendidikan dan pelatihan seni dan budaya Indonesia.
BAB III
PENUTUP

3.1 INDIKATOR KEBERHASILAN
Kegiatan ini bisa dianggap berhasil jika sudah mampu merangkul para remaja dan anak-anak untuk mau mempelajari seni dan budaya Indonesia. Selain itu juga kegiatan ini bisa dianggap berhasil jika sudah mampu menyelamatkan dan mempertahankan eksistensi seni dan budaya lokal Indonesia serta mampu memperkenalkan seni dan budaya Indonesia didunia internasional. Melalui kegiatan ini nantinya kami mengaharapkan muncul pemuda dan pemudi yang mampu menjadi duta seni dan budaya Indonesia. Selain itu melalui kegiatan ini kami juga mengharapkan tumbuhnya kesadaran akan pentingnya menjaga dan melestarikan seni dan budaya lokal Indonesia.

3.2 RENCANA KEBERLANJUTAN
Dari rumah seni Indonesia ini nantinya diharapkan muncul pemuda-pemudi yang akan menjadi duta seni dan budaya Indonesia. Selain itu mereka yang ikut dalam rumah seni Indonesia akan mendapatkan kesempatan untuk melakukan pertunjukkan hasil pelatihan mereka. Untuk rencana jangka panjangnya kami mengharapkan bisa membangun sebuah tempat untuk menjadi markas ataupun tempat berkumpulnya para remaja dan anak-anak yang tergabung dalam rumah seni Indonesia. Adapun fasilitas yang nantinya ada ditempat ini berupa :
1. Studio latihan tari dan latihan pertunjukkan.
2. Studio latihan musik.
3. Studio seni rupa.
4. Galeri seni rupa.
5. Panggung pertunjukkan.
Dengan fasilitas yang ada diharapkan nantinya rumah seni Indonesia mampu melaksanakan kegiatan pelatihan dan pementasan dengan sangat baik dan bisa dalam jangka waktu yang berkala.

file presentasi download disini presentasi rumah seni indonesia